Materi Pembelajaran
1. Latar Belakang Lahirnya Sosiologi di Eropa
Sosiologi lahir pada abad ke-19 di Eropa Barat. Kelahiran ilmu ini dipicu oleh dua peristiwa besar dunia, yaitu:
- Revolusi Industri (Inggris): Perubahan cara kerja mekanis yang memicu urbanisasi besar-besaran, kemiskinan kota, dan masalah ketenagakerjaan.
- Revolusi Prancis: Runtuhnya sistem monarki yang menyebabkan gejolak politik, kekacauan sosial, dan hilangnya kepastian hukum masyarakat.
2. Tokoh Perintis: Auguste Comte
Auguste Comte (1798–1857), seorang filsuf Prancis, dijuluki sebagai Bapak Sosiologi. Ia adalah orang pertama yang mencetuskan istilah "Sosiologi" dalam bukunya Cours de Philosophie Positive (1838).
Hukum Tiga Tahap Pemikiran Masyarakat menurut Comte:
- Teologis: Masyarakat meyakini segala sesuatu dikendalikan kekuatan supranatural/dewa.
- Metafisik: Masyarakat mulai berpikir abstrak dan mengaitkan fenomena dengan konsep-konsep filosofis.
- Positivisme: Masyarakat menjelaskan fenomena berdasarkan fakta ilmiah, pengamatan, dan hukum sebab-akibat.
3. Masuknya Sosiologi ke Indonesia
Perkembangan sosiologi di Indonesia terbagi dalam dua era utama:
- Sebelum Kemerdekaan: Dipopulerkan secara tidak langsung oleh tokoh seperti Ki Hajar Dewantara melalui ajaran kepemimpinan dan kekeluargaan di Taman Siswa, serta analisis hukum adat oleh Snouck Hurgronje.
- Setelah Kemerdekaan: Dikenalkan secara formal oleh Selo Soemardjan (Bapak Sosiologi Indonesia). Buku karyanya bersama Soelaeman Soemardi berjudul Setangkai Bunga Sosiologi (1964) menjadi fondasi pembelajaran sosiologi perguruan tinggi dan sekolah di Indonesia.