Portal Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring)
Dalam dinamika kehidupan masyarakat multikultural, keberagaman sosial tidak hanya melahirkan harmonisasi, tetapi juga potensi pembentukan sikap sosial tertentu yang membatasi interaksi antarkelompok. Dua konsep kunci dalam mempelajari dinamika ini adalah Partikularisme dan Eksklusivisme Kelompok.
Partikularisme adalah sikap atau paham yang mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompok sendiri di atas kepentingan umum/masyarakat luas. Seseorang yang memiliki paham partikularistis cenderung menilai dan bertindak berdasarkan standar khusus kelompoknya saja.
Contoh: Seorang manajer perusahaan hanya mau menerima karyawan yang berasal dari daerah atau suku yang sama dengannya, tanpa mempertimbangkan kualifikasi keahlian pelamar lain.
Eksklusivisme adalah sikap yang membatasi diri dan menarik diri dari interaksi dengan masyarakat umum atau kelompok lain. Kelompok eksklusif cenderung menutup akses bagi pihak luar untuk bergabung atau sekadar berinteraksi.
Contoh: Komunitas permukiman mewah yang membangun benteng tinggi dan melarang warga sekitar melintas, atau kelompok sosial tertentu yang melarang anggotanya berteman dengan orang di luar kelompok mereka.
Meskipun saling berkaitan, keduanya memiliki titik tekan yang berbeda:
Isilah form di bawah ini dengan lengkap. Jawaban Anda akan langsung terkirim ke WhatsApp Ibu Gressina Magner.