⚠️ Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Dampak Kabut Asap Kota Jambi

SMA PGRI 2 JAMBI

Portal Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring)

Mata Pelajaran: Sosiologi
Kelas / Fase: XI / F
Materi: Partikularisme dan Eksklusivisme Kelompok
Guru Pengampu: Gressina Magner, S.Pd.

Uraian Materi Pembelajaran

Dalam dinamika kehidupan masyarakat multikultural, keberagaman sosial tidak hanya melahirkan harmonisasi, tetapi juga potensi pembentukan sikap sosial tertentu yang membatasi interaksi antarkelompok. Dua konsep kunci dalam mempelajari dinamika ini adalah Partikularisme dan Eksklusivisme Kelompok.

1. Partikularisme Kelompok

Partikularisme adalah sikap atau paham yang mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompok sendiri di atas kepentingan umum/masyarakat luas. Seseorang yang memiliki paham partikularistis cenderung menilai dan bertindak berdasarkan standar khusus kelompoknya saja.

Ciri-Ciri Partikularisme:
  • Mementingkan anggota kelompok sendiri (in-group).
  • Cenderung subjektif dalam mengambil keputusan sosial.
  • Menilai kelompok lain berdasarkan kriteria internal kelompoknya.

Contoh: Seorang manajer perusahaan hanya mau menerima karyawan yang berasal dari daerah atau suku yang sama dengannya, tanpa mempertimbangkan kualifikasi keahlian pelamar lain.

2. Eksklusivisme Kelompok

Eksklusivisme adalah sikap yang membatasi diri dan menarik diri dari interaksi dengan masyarakat umum atau kelompok lain. Kelompok eksklusif cenderung menutup akses bagi pihak luar untuk bergabung atau sekadar berinteraksi.

Dampak Eksklusivisme:
  • Positif: Menjaga kemurnian adat istiadat/tradisi lokal dari pengaruh luar.
  • Negatif: Memicu prasangka sosial, diskriminasi, serta kecemburuan sosial di tengah masyarakat.

Contoh: Komunitas permukiman mewah yang membangun benteng tinggi dan melarang warga sekitar melintas, atau kelompok sosial tertentu yang melarang anggotanya berteman dengan orang di luar kelompok mereka.

3. Perbedaan Partikularisme vs Eksklusivisme

Meskipun saling berkaitan, keduanya memiliki titik tekan yang berbeda:

LKPD Interaktif

Isilah form di bawah ini dengan lengkap. Jawaban Anda akan langsung terkirim ke WhatsApp Ibu Gressina Magner.


Di suatu perusahaan, seorang kepala divisi hanya mau memberikan kenaikan jabatan kepada karyawan yang berasal dari daerah asalnya, meskipun ada karyawan lain yang lebih berprestasi. Apakah tindakan tersebut termasuk Partikularisme atau Eksklusivisme? Jelaskan alasannya!

Bagaimana cara kita sebagai pelajar SMA PGRI 2 Jambi menghindari sikap partikularisme dan eksklusivisme agar tetap tercipta persatuan di lingkungan sekolah maupun masyarakat?