Soal 1 (Bobot: 10 Poin)
Sejarah selalu melibatkan tiga unsur utama: manusia, ruang, dan waktu. Terapkan pemahaman Anda mengenai ketiga unsur tersebut untuk menjelaskan mengapa alam atau peristiwa alam baru dapat dikategorikan sebagai peristiwa sejarah apabila memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas manusia!
Soal 2 (Bobot: 10 Poin)
Seorang sejarawan mengkaji peristiwa Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 menggunakan dua pendekatan yang berbeda. Pertama, dengan mengurutkan dinamika politik dari peristiwa Rengasdengklok hingga pembacaan teks proklamasi (secara diakronis). Kedua, dengan membedah situasi sosial, kondisi ekonomi, dan peta kekuatan militer di Jakarta pada hari proklamasi tersebut saja (secara sinkronis). Analisislah perbedaan mendasar dari kedua cara berpikir sejarah tersebut beserta keunggulannya masing-masing!
Soal 3 (Bobot: 10 Poin)
Kehidupan manusia dalam sejarah selalu ditandai oleh adanya dinamika "perubahan" dan "keberlanjutan". Terapkan pemahaman ini pada contoh transisi sistem tata pemerintahan di Indonesia (misalnya dari sistem pemerintahan Kerajaan Tradisional menuju masa Kolonialisme Hindia Belanda). Tunjukkan mana aspek yang mengalami perubahan radikal dan mana aspek yang tetap berlanjut!
Soal 4 (Bobot: 10 Poin)
Sejarah sebagai peristiwa bersifat once (hanya terjadi satu kali) dan objektif. Namun, ketika sejarah dirangkai kembali menjadi "sejarah sebagai kisah", penulisan tersebut dapat menjadi bersifat subjektif. Analisislah faktor-faktor yang menyebabkan lahirnya sifat subjektivitas dalam penyusunan sejarah sebagai kisah!
Soal 5 (Bobot: 10 Poin)
Ungkapan "Jasmerah" (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah) menekankan pentingnya kegunaan sejarah. Terapkan pemahaman Anda mengenai fungsi edukatif dan instruktif sejarah dalam memberikan pelajaran bagi masyarakat Indonesia modern saat menghadapi masalah ancaman perpecahan atau konflik sosial hari ini!
Soal 6 (Bobot: 10 Poin)
Suatu penelitian sejarah harus melalui lima tahapan metodologis: Pemilihan Topik, Heuristik, Kritik (Verifikasi), Interpretasi, dan Historiografi. Terapkan alur penelitian tersebut apabila Anda berencana melakukan penelitian sejarah lokal mengenai Sejarah Pendirian Sekolah Anda! Sebutkan langkah konkret yang dilakukan pada tahap Heuristik dan Interpretasi.
Soal 7 (Bobot: 10 Poin)
Sebelum menggunakan sebuah naskah kuno sebagai bahan historiografi, peneliti wajib melakukan pengujian melalui kritik sumber. Analisislah perbedaan tujuan, sasaran pengujian, dan teknik yang digunakan antara Kritik Eksternal dengan Kritik Internal terhadap naskah bersejarah tersebut!
Soal 8 (Bobot: 10 Poin)
Dalam merekonstruksi peristiwa masa lalu, peneliti menggunakan sumber primer dan sekunder, baik berbentuk lisan maupun tulisan. Analisislah kelebihan serta keterbatasan sumber lisan (seperti wawancara dengan pelaku/saksi sejarah) jika dibandingkan dengan dokumen arsip tertulis zaman kolonial!
Soal 9 (Bobot: 10 Poin)
Tahap interpretasi merupakan tahapan memberikan penafsiran terhadap fakta-fakta sejarah yang telah diuji. Namun, tahap ini sering kali memicu timbulnya "bias sejarah". Jelaskan bagaimana bias sejarah bisa terjadi dan berikan dua upaya konkret yang harus dilakukan peneliti agar penafsirannya tetap objektif!
Soal 10 (Bobot: 10 Poin)
Historiografi Indonesia berkembang dari masa Tradisional, Kolonial (Neerlandosentris), hingga Historiografi Nasional (Indonesiasentris). Analisislah pergeseran sudut pandang (subjek utama dan tujuan penulisan) dari Historiografi Kolonial menuju Historiografi Nasional!