Materi: Indonesia Pada Masa Demokrasi Liberal (1950–1959)
1. Pengertian dan Latar Belakang
Masa Demokrasi Liberal (sering disebut masa Demokrasi Parlementer) berlangsung setelah dibubarkannya Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Indonesia kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 17 Agustus 1950. Landasan hukum yang digunakan adalah Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) 1950.
2. Ciri-Ciri Utama Demokrasi Liberal
- Sistem Parlementer: Kepala negara dijabat oleh Presiden (Presiden Soekarno), sedangkan kepala pemerintahan dipimpin oleh seorang Perdana Menteri.
- Multi Partai: Diikuti oleh banyak partai politik (seperti PNI, Masyumi, NU, PKI) yang saling bersaing di parlemen.
- Instabilitas Politik: Sering terjadi bongkar-pasang kabinet (tercatat ada 7 kali pergantian kabinet dalam waktu 9 tahun).
3. Tujuh Kabinet pada Masa Demokrasi Liberal
- Kabinet Natsir (1950–1951): Keberhasilan masuknya Indonesia ke PBB. Jatuh karena masalah Irian Barat dan mosi tidak percaya.
- Kabinet Sukiman (1951–1952): Jatuh akibat penandatanganan kerja sama bantuan ekonomi/militer Mutual Security Act (MSA) dengan Amerika Serikat yang dianggap melanggar politik bebas-aktif.
- Kabinet Wilopo (1952–1953): Jatuh akibat peristiwa Tanjung Morawa (sengketa tanah di Sumatra Utara).
- Kabinet Ali Sastroamidjojo I (1953–1955): Sukses menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung pada tahun 1955.
- Kabinet Burhanuddin Harahap (1955–1956): Sukses menyelenggarakan Pemilu pertama Indonesia tahun 1955 untuk memilih anggota DPR dan Konstituante.
- Kabinet Ali Sastroamidjojo II (1956–1957): Mengalami masalah disintegrasi di daerah-daerah dan pembatalan hasil KMB.
- Kabinet Djuanda (1957–1959): Menghasilkan Deklarasi Djuanda (1957) yang memperluas wilayah perairan laut Indonesia. Berakhir saat Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959.
4. Akhir Masa Demokrasi Liberal
Kegagalan Dewan Konstituante dalam menyusun UUD baru menggantikan UUDS 1950 serta tingginya instabilitas politik mendorong Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959, yang menandai berakhirnya masa Demokrasi Liberal dan dimulainya masa Demokrasi Terpimpin.
LKPD Interaktif: Soal Esai Sejarah
Isilah identitas diri Anda dengan benar, lalu jawablah 10 pertanyaan esai di bawah ini. Hasil jawaban Anda akan langsung terkirim ke Google Drive Guru.