SMA PGRI 2 JAMBI

Portal Pembelajaran Daring Sejarah Indonesia

⚠️ Pembelajaran Daring dialihkan akibat Dampak Kabut Asap. Tetap belajar dari rumah & jaga kesehatan!

πŸ“Œ Informasi Pembelajaran

Mata Pelajaran: Sejarah Indonesia
Materi Utama: Masa Pertengahan Pergerakan Nasional (Nasionalisme Politik)
Guru Pengampu: Musku Aini, S.Pd.
Kontak Guru: 0852-6463-6294 (WhatsApp)

πŸ“œ Ringkasan Materi

Masa Pertengahan Pergerakan Nasional ditandai dengan **pergeseran strategi dari perjuangan sosio-struktural (pendidikan/kultural) menuju perjuangan politik radikal (non-kooperatif)**. Pada fase ini, organisasi-organisasi secara terbuka menuntut kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda dan menolak bekerja sama dengan pemerintah kolonial.

πŸ“– Modul Materi Interaktif

Klik tombol di bawah untuk mempelajari setiap topik:

1. Latar Belakang Kebangkitan Nasionalisme Politik

Awalnya perjuangan bersifat kooperatif dan berfokus pada sosial-pendidikan (seperti Budi Utomo). Namun, kesadaran politik tumbuh akibat beberapa faktor:

  • Kekecewaan terhadap Janji November (November Belofte) Belanda mengenai reformasi ketatanegaraan yang tidak ditepati.
  • Pengaruh Perang Dunia I dan peristiwa Revolusi Rusia (1917).
  • Munculnya kaum intelektual muda yang terdidik dan menginginkan kebebasan politik penuh.

2. Indische Partij (IP) - Pelopor Partai Politik (1912)

Didirikan oleh Tiga Serangkai (E.F.E. Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat).

  • Prinsip: Merupakan partai politik pertama yang secara tegas mengusung *Indie voor IndiΓ«rs* (Hindia untuk orang Hindia).
  • Garis Perjuangan: Non-kooperatif dan menuntut kemerdekaan Hindia dari Belanda.
  • Tindakan Belanda: Partai ini dilarang dan Tiga Serangkai diasingkan ke Belanda akibat tulisan kritis Ki Hajar Dewantara berjudul "Als ik eens Nederlander was" (Seandainya Aku Seorang Belanda).

3. ISDV dan Pengaruh Ideologi Marxisme

Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) didirikan oleh Henk Sneevliet pada tahun 1914.

  • ISDV menyebarkan paham sosialisme-komunisme di Nusantara melalui strategi infiltrasi (blok dalam) ke dalam tubuh Sarekat Islam (SI).
  • Hal ini menyebabkan pecahnya Sarekat Islam menjadi **SI Putih** (berasas Islam pimpinan H.O.S. Tjokroaminoto) dan **SI Merah** (berasas sosialis pimpinan Semaun) yang kelak menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).

4. Perhimpunan Indonesia (PI) di Belanda

Didirikan oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Belanda (seperti Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Iwa Kusumasumantri).

  • PI memelopori penggunaan istilah "Indonesia" secara resmi sebagai identitas kebangsaan menggantikan "Hindia Belanda".
  • Mengusung 4 pilar utama: Kesatuan Nasional, Solidaritas, Non-kooperasi, dan Swadaya (Self-help).
  • Memperkenalkan perjuangan Indonesia di forum-forum internasional di Eropa.

5. Partai Nasional Indonesia (PNI) & Ir. Soekarno (1927)

Didirikan pada 4 Juli 1927 di Bandung oleh Ir. Soekarno dan tokoh-tokoh Algemeene Studieclub.

  • Ideologi: Marhaenisme (nasionalisme yang membela rakyat kecil).
  • Strategi: Non-kooperatif radikal melalui rapat-rapat akbar dan mobilisasi massa.
  • Reaksi Kolonial: Soekarno ditangkap pada 1929 dan membacakan pidato pembelaan monumental berjudul "Indonesia Menggugat" di pengadilan Bandung.

πŸ“ LKPD Interaktif (10 Soal Esai)

Jawablah 10 soal esai di bawah ini secara lengkap. Setiap soal bernilai 10 poin (Total: 100 Poin). Hasil jawaban akan langsung terformat dan terkirim ke WhatsApp Ibu Musku Aini, S.Pd.


Bobot: 10 Poin
1. Jelaskan perbedaan utama antara strategi perjuangan awal pergerakan nasional (kooperatif) dengan masa pertengahan (nasionalisme politik radikal)!
Bobot: 10 Poin
2. Mengapa Indische Partij (IP) disebut sebagai organisasi pergerakan politik pertama di Indonesia? Jelaskan alasan utamanya!
Bobot: 10 Poin
3. Apa latar belakang dan isi dari artikel tulisan Suwardi Suryaningrat "Als ik eens Nederlander was"? Mengapa tulisan tersebut sangat menyinggung Belanda?
Bobot: 10 Poin
4. Jelaskan bagaimana taktik "Infiltrasi" yang dilakukan oleh Henk Sneevliet (ISDV) hingga menyebabkan terjadinya perpecahan di dalam Sarekat Islam!
Bobot: 10 Poin
5. Sebutkan dan jelaskan 4 pilar/prinsip perjuangan Perhimpunan Indonesia (PI) yang dirumuskan pada tahun 1925 di Belanda!
Bobot: 10 Poin
6. Mengapa penggunaan istilah "Indonesia" oleh Perhimpunan Indonesia memiliki arti yang sangat krusial bagi perjuangan kemerdekaan?
Bobot: 10 Poin
7. Apakah yang dimaksud dengan ideologi Marhaenisme yang digagas oleh Ir. Soekarno pada masa pendirian PNI? Jelaskan tujuannya!
Bobot: 10 Poin
8. Analisis alasan pemerintah kolonial Belanda menangkap tokoh-tokoh PNI pada tahun 1929 dan jelaskan garis besar isi pembelaan "Indonesia Menggugat"!
Bobot: 10 Poin
9. Mengapa sikap non-kooperatif (menolak duduk di Volksraad) dipandang efektif oleh para tokoh nasionalis politik masa pertengahan?
Bobot: 10 Poin
10. Nilai-nilai keteladanan dan persatuan apa dari para tokoh nasionalisme politik yang bisa Anda terapkan sebagai pelajar saat menghadapi tantangan (seperti belajar daring di masa kabut asap saat ini)?