Mengenal Kerajinan Ecoprint & Perencanaan Usaha
1. Pengertian & Prinsip Ecoprint
Ecoprint adalah teknik mencetak ragam hias dan warna alami pada kain berserat alami (katun, blacu, sutra) menggunakan pigmentasi langsung dari bagian tumbuhan seperti daun, bunga, batang, atau akar. Produk ecoprint bernilai jual tinggi karena memiliki sifat exclusive/limited edition (tidak ada dua cetakan yang 100% sama).
2. Syarat Material & Tumbuhan
A. Kain (Kain Serat Alami): Wajib menggunakan serat alami (seperti Katun, Rayon, atau Blacu). Kain sintetis (Polyester) tidak dapat mengikat pigmen warna alami.
B. Daun Ber-tanin Tinggi: Menggunakan daun yang memiliki zat warna kuat, beraroma khas, atau kaya tanin. Contoh tumbuhan lokal Jambi: Daun Jati muda, Daun Ketapang, Daun Jarak, Daun Lanang, Daun Sungkai, dan Daun Kenikir.
C. Pengunci Warna (Fiksasi): Menggunakan larutan Tawas (warna asli netral), Tunjung/Besi (warna lebih tua/gelap), atau Kapur (warna lebih terang).
3. Tahapan Pembuatan (Contoh: Taplak Meja 100x100 cm)
Merapikan kain katun (100x100 cm) dan merendamnya dalam larutan tawas (2 jam) agar pori kain terbuka & mengikat warna.
Menata daun di atas kain, dilapisi plastik transparan, lalu dipukul dengan palu kayu hingga warna daun berpindah rata.
Melepas daun dan mengeringkan kain di tempat teduh selama 3–4 hari agar pigmentasi terserap sempurna ke dalam serat.
Merendam kain dalam larutan tawas selama 15 menit untuk mengunci warna, lalu dibilas bersih dan dikeringkan.