Soal 01 • Bab 1 (C3)
Bobot: 10 Point
Dalam mempertahankan kemerdekaan, Indonesia menggunakan dua jalur utama: perjuangan fisik (senjata) dan perjuangan diplomasi. Terapkan pemahaman Anda untuk menjelaskan bagaimana kedua jalur tersebut saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan dalam mengesahkan kedaulatan Indonesia di mata internasional!
Soal 02 • Bab 1 (C4)
Bobot: 10 Point
Ketika Belanda melancarkan Agresi Militer II pada 19 Desember 1948 dan menawan para pemimpin tertinggi Republik Indonesia di Yogyakarta, Belanda mengklaim bahwa RI telah musnah. Analisislah peran strategis pembentukan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi dalam mematahkan klaim politik Belanda tersebut!
Soal 03 • Bab 1 (C3)
Bobot: 10 Point
Penandatanganan Perjanjian Renville (1948) menghasilkan penetapan "Garis Van Mook" yang merugikan wilayah RI secara signifikan. Berdasarkan fakta sejarah tersebut, tunjukkan bagaimana keterkaitan antara penetapan Garis Van Mook ini dengan terjadinya peristiwa Long March Divisi Siliwangi dari Jawa Barat ke Jawa Tengah!
Soal 04 • Bab 1 (C4)
Bobot: 10 Point
Serangan Umum 1 Maret 1949 hanya berlangsung selama enam jam di Yogyakarta. Namun, efek geopolitik yang ditimbulkannya amat mendasar. Analisislah hubungan kausalitas antara keberhasilan aksi militer singkat ini dengan dinamika sidang Dewan Keamanan PBB di Lake Success!
Soal 05 • Bab 1 (C4)
Bobot: 10 Point
Hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949 berhasil memaksa Belanda mengakui kedaulatan Indonesia. Namun, di sisi lain, hasil KMB menyisakan beban politik dan ekonomi yang berat bagi Republik Indonesia Serikat (RIS). Analisislah dua dampak krusial (politik dan ekonomi) yang menjadi konsekuensi negatif dari hasil kesepakatan KMB tersebut!
Soal 06 • Bab 2 (C3)
Bobot: 10 Point
Peristiwa PKI Madiun 1948 terjadi di tengah-tengah perjuangan berat bangsa Indonesia menghadapi agresi Belanda. Terapkan analisis sejarah Anda untuk mengorelasikan antara kebijakan Reorganisasi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) oleh Kabinet Hatta dengan timbulnya kekecewaan kelompok sayap kiri (FDR/PKI)!
Soal 07 • Bab 2 (C4)
Bobot: 10 Point
Gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) tidak hanya meluas di Jawa Barat di bawah Kartosuwiryo, tetapi juga menyebar ke Aceh di bawah Daud Beureueh. Analisislah perbedaan mendasar faktor pemicu (akar masalah) terjadinya pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dengan DI/TII di Aceh!
Soal 08 • Bab 2 (C4)
Bobot: 10 Point
Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan) tahun 1950 timbul akibat penolakan terhadap pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Analisislah bagaimana isu ketakutan akan dominasi tentara berunsur TNI/Jawa serta masa depan bekas anggota KLIL/KNIL memicu Soumokil mengorbankan disintegrasi di Maluku!
Soal 09 • Bab 2 (C3)
Bobot: 10 Point
Gerakan PRRI/Permesta pada akhir tahun 1950-an berakar dari ketidakpuasan daerah terhadap pemerintah pusat. Hubungkanlah aspek alokasi pembangunan ekonomi dan ketimpangan hubungan militer daerah-pusat sebagai pemantik munculnya dewan-dewan daerah (seperti Dewan Banteng, Dewan Gajah, dan Dewan Manguni)!
Soal 10 • Bab 2 (C4)
Bobot: 10 Point
Sultan Hamengkubuwono IX dan Frans Kaisiepo merupakan dua tokoh penting dari latar belakang daerah yang sangat berbeda tapi berintegrasi tinggi menjaga keutuhan NKRI. Analisislah bentuk kontribusi nyata masing-masing tokoh tersebut dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia pada masa kritis perjuangan!