PERHATIAN: Karena situasi Kabut Asap di Jambi, pembelajaran SMA PGRI 2 Jambi dilaksanakan secara Daring (Online). Tetap jaga kesehatan!

SMA PGRI 2 JAMBI

Mata Pelajaran Sejarah • Guru: Musku Aini

Materi: Penyelenggaraan KAA 1955
Materi Utama

Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955

Tonggak sejarah diplomasi Indonesia di panggung dunia yang berhasil menyatukan bangsa-bangsa terjajah di Asia dan Afrika untuk memperjuangkan kemerdekaan dan perdamaian dunia.

1. Latar Belakang KAA

  • Ketegangan Perang Dingin: Persaingan antara Blok Barat (AS) dan Blok Timur (Uni Soviet) yang mengancam perdamaian dunia.
  • Penjajahan: Masih banyaknya negara di Asia dan Afrika yang belum merdeka.
  • Persamaan Nasib: Pernah mengalami penderitaan akibat kolonialisme dan imperialisme.
  • Inisiatif Indonesia: Keinginan menciptakan kawasan damai dan netral melalui politik luar negeri Bebas Aktif.

2. Tahapan Persiapan KAA

  • Konferensi Colombo (1954): Gagasan awal dicetuskan oleh PM Indonesia, Ali Sastroamidjojo.
  • Konferensi Bogor (1954): Merumuskan tujuan, agenda, serta menetapkan 25 negara yang akan diundang ke KAA.
  • Konferensi Pelaksanaan (Bandung, 18-24 April 1955): Dihadiri oleh 29 negara (5 negara pengprakarsa + 24 negara undangan).

3. Tokoh Lima Negara Pengprakarsa (Panca Negara)

Ali Sastroamidjojo
Indonesia
Jawaharlal Nehru
India
Mohammad Ali Bogra
Pakistan
Sir John Kotelawala
Srilanka (Ceylon)
U Nu
Myanmar (Burma)

4. Dasasila Bandung & Dampak KAA

Hasil utama KAA 1955 adalah **Dasasila Bandung**, yaitu 10 prinsip menghormati hak asasi manusia, kedaulatan negara, dan perdamaian dunia.

Dampak Penting KAA bagi Dunia:

  1. Memicu lahirnya Gerakan Non-Blok (GNB) pada tahun 1961.
  2. Mendorong gelombang kemerdekaan bangsa-bangsa di benua Afrika dan Asia.
  3. Mengangkat martabat politik luar negeri Bebas Aktif Indonesia.

Sudah Paham Materinya?

Silahkan klik tab "LKPD Interaktif" di atas untuk mengerjakan 10 soal esai. Jawaban Anda akan langsung terkirim ke WhatsApp Bapak Guru Musku Aini.