Detail Pembelajaran
Mata Pelajaran: Sejarah
Materi: Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik
Guru Pengampu: Musku Aini, S.Pd.
Materi Pembelajaran
1. Cara Berpikir Diakronik (Kronologis)
Kata Diakronik berasal dari bahasa Yunani, yaitu Dia (melalui/melintasi) dan Chronos (waktu). Berpikir diakronik artinya memahami peristiwa sejarah dengan memanjang dalam waktu, tetapi menyempit dalam ruang.
- Ciri-ciri: Mengutamakan dimensi waktu, terdapat konsep kronologi/urutan peristiwa, dan mempelajari proses kejadian dari waktu ke waktu.
- Contoh: Menjelaskan kronologi Peristiwa Rengasdengklok hingga Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan RI (15 - 17 Agustus 1945).
2. Cara Berpikir Sinkronik
Kata Sinkronik berasal dari bahasa Yunani, yaitu Syn (dengan) dan Chronos (waktu). Berpikir sinkronik dalam sejarah artinya mempelajari peristiwa sejarah pada masa tertentu saja secara mendalam (meluas dalam ruang, tetapi menyempit dalam waktu).
- Ciri-ciri: Mengkaji peristiwa pada masa tertentu, bersifat horizontal, tidak mengutamakan urutan waktu, serta menganalisis secara mendalam menggunakan pendekatan ilmu-ilmu sosial (ekonomi, sosiologi, politik).
- Contoh: Menganalisis kondisi ekonomi, sosial, dan politik Indonesia pada tahun 1998 saat Krisis Moneter.
3. Perbedaan Diakronik dan Sinkronik
| Aspek |
Diakronik |
Sinkronik |
Fokus Utama
Waktu / Proses pergerakan zaman
Ruang / Kondisi mendalam pada satu masa
Cakupan Waktu
Memanjang (Panjang/Multi-era)
Menyempit (Singkat/Masa tertentu)
Cakupan Ruang
Menyempit (Terfokus pada satu alur)
Meluas (Mencakup aspek sosial, ekonomi, budaya)
Pendekatan
Kronologis & Dinamis
Deskriptif, Analitis, & Stris